Senin, 17 Oktober 2011

foto bersamaRektor UNM

ISTIMEWA
PELATIHAN JURNALISTIK LPPM PROFESI. Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Arismunandar menyematkan tanda peserta kepada salah seorang peserta pelatihan jurnalistik LPPM Profesi UNM di gedung rektorat UNM beberapa hari lalu.

Suatu hari dalam hidupku

Suatu hari dalam hidupku

Suatu hari dalam hidupku merenungkan masa depan yang tak diketahui akan kemana larinya, mau kemana perginya,. Tapi satu keyakimn dalam hatiku allah pasti menolongku . dalam heningnya perasaan jiwaku terbangunlah akau pada dahsyatnya lamunanku . mau kemana aku. Aku juga tak thau gejolak hati begitu membingunkan tak dapat dipungkiri bahwa aku ada didunia ini hanya utuk sukses tapi. Tanda itu belum kurani belum kugenggan. Namu k ku berkata dalam hatiku ku pasti akan sukses didunia wal akhirat karena cintaku juga pada seniku.

Perkataan seorang pengusaha bahwa “ kunci keberhasilan adalah mengerjakan sesuatu dengan cinta dan seni”.

Seakan menguatkan jiaku, ku beranikan diri untuk tetap konsistem pada keyakinan yang ada pada diriku. Sambil kumencari apa kelebihan dalam diriku. Ternyata saya menemukan banyak peluang. Peluang karier bisnis, dan kepemimpinan pun akhirnya terbuka juga. Dan ini menunjukkan tanda -tanda yang baik menurut pikirku.

Pada sepinya waktu, ku terbangun dalam lelap mataku, ku pinta pada tuhan, kabulkan pintaku. Seakan terdengar dimalam itu, bisik syahdu penuh kelembutan. Berusahalah kamu pasti akan meraihnya dan berdo;alah kamu pasti akan dimudahkan.

Keesokan harinya, tiba – tiba ada panggilan untuk lomba karya tulis ilmiah. Yang diikuti oleh siswa - siswi seprovinsi. Ya saya sangat gembira ahkan semangat saya sayangaaaat mebara, sekolah lain yang telah lebih dulu mengetahui mengenai jadwal lomba ini, otomatis memiliki kesempatan mencari referensi dan mengedit tuliasannya dengan baik. Namun tidak pada diriku, aku hanya mendapat 3 hari waktu untuk menyelesaikan karya tulis ini.

Syukurku, karena buku yang saya oinjam dioperpustakkan wilayah belum bias kukembalikan karena terbentur oleh dana, tak ada ongkos untuk menuju tempat itu. Wah, kebetulan buku itu bertepatan bangeet dengan temanya mengenai sosial kemasyarakatan.

Waktu demi waktu tetap kujalani dengan penuh semangat, semangat bagai orang yang tengah berperang melawan kemalasan yang dating menghadang. Akhirnya kuyakin bahwa diriku lah yang bias melawan kemalasan pada diriku.

Suatu persepsi yang keliru pernah terlintas dalam pikirku, bahwa kesuksesan itu akan mencari kita dirumah kita. Tapi ternyata ini salah, bahkan kata motivasi yang saya kenal yaitu : tuhan telah memberikan makanan kepada burunug, tapi tidak menyuapinya artinya bahwa tuhan menyediakan egalanya tapi untuk proses pencariannya diserahkan kepada manusianya.

Sedih, suka, gembira dalam mengerjakan karyaku kurasakan jua, ku bahagaia akan kesempatanku kali ini, ya maklum saya terbiasa menghadapi masalah yang rumik kayak gini, tapi ni lebih membahagiakanku , bukan karena kesuksesanku dalam menulis karya ilmiah, tapi karena kegagalanku.

Pemahaman saya dengan guruku berbeda, sya yang Cuma mencontoh karya ilmiah teman – teman dan sedikit dari hasil training dari saudaraku mengenai karya ilmiah, langsung diprotes oleh guru pembimbingku.

Kebahagianku karna kuterengat kata motivasi bahwa : “ bukanlah orang yang bahagia yang akan sukses tapi orang sukseslah akan bahagia.”

Ya, pikirku mencoba menyangkal kata ini, tapi apa yang terjadi hatiku terlalu polos untuk bias membohongi diriku. Hingga mengatakan pada pikirku, anda mau apa, klau toh juga menyerah mau kemana , satu kata anda berjuang.

Itulah sebabnya dalam pembukaan karya ilmiahku menggunakan motto yang isinya

“ kekecewaan mengajarkan kitaa arti kehidupan. Teruskan perjuangan walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam kehidupan.